motor listrik MAKA Cavalry di Bali

10 Unit MAKA Cavalry Menaklukkan Tajamnya Tanjakan Jempanang

Pukul delapan pagi, sinar matahari perlahan memecah kabut laut yang tipis di Canggu. Sepuluh unit MAKA Cavalry berbaris rapi, siap memulai sebuah perjalanan istimewa dari pesisir pantai menuju jantung pegunungan Bali. Yang terdengar bukanlah raungan knalpot, melainkan desingan nyaris senyap dari mesin listrik yang menyala, menjaga kesegaran udara pagi itu.

Sebuah rute menantang telah menanti: dari Canggu menuju Sangeh, menyusuri hutan, lalu mendaki hingga finis di Rimbun Farm, Jempanang. Ini bukan sekadar tur, melainkan sebuah kisah petualangan untuk menguji ketangguhan.


Perjalanan dimulai dengan ketenangan yang unik. Tanpa bising mesin dan kepulan asap, rombongan melaju dalam harmoni dengan alam. Namun, ketenangan itu menyimpan kekuatan. Begitu tuas gas diputar, sensasi berkendara langsung terasa: akselerasi nyaris instan dan torsi yang kuat. Tak heran, untuk mencapai 60 km/jam dari posisi diam, motor ini diklaim hanya butuh sekitar 4,8 detik.

Memasuki kawasan Sangeh, pepohonan rimbun di kiri-kanan jalan seolah menjelma menjadi kanopi alami yang meneduhkan. Jalanan mulai meliuk-liuk, menuntut konsentrasi. Di sinilah para pengendara mulai merasakan bagaimana MAKA Cavalry menapak dengan stabil, memberikan kenyamanan dan rasa percaya diri di setiap tikungan.

Tantangan sesungguhnya dimulai saat rombongan memasuki jalur menuju Jempanang. Perbukitan menyajikan menu utamanya: tanjakan curam yang berpadu dengan tikungan-tikungan tajam. Ini adalah medan di mana MAKA Cavalry dirancang untuk unggul. Motor listrik ini memang diklaim mampu melahap kemiringan hingga 30° tanpa kehilangan momentum, dan para pengendara merasakannya secara langsung.

Setiap tikungan menanjak di Jempanang terasa menggetarkan. Pengendara merasakan motor tetap stabil, suspensi bekerja dengan baik menyerap guncangan jalan pedesaan, dan akselerasi yang responsif membuat setiap manuver keluar tikungan terasa begitu mulus.

Setibanya di Rimbun Farm, barisan motor berhenti di bawah naungan tanaman hijau dan angin sepoi-sepoi. Para pengendara melepas helm, saling bertukar tawa dan cerita. Mereka seru membahas tikungan terberat, tanjakan paling curam, dan bagaimana mesin serta baterai MAKA Cavalry (berkapasitas 4 kWh dengan jangkauan hingga 160 km) menghadapinya dengan penuh percaya diri.

Ujian ternyata belum berakhir. Saat rombongan bersiap kembali ke kota, langit yang tadinya cerah berubah mendung. Tak lama, hujan deras mengguyur, mengubah aspal menjadi licin dan menciptakan genangan di beberapa titik.

Namun, di sinilah karakter MAKA Cavalry benar-benar teruji. Rombongan tetap melaju tanpa hambatan berarti. Sistem kelistrikan bersertifikasi IP67 (tahan debu dan air) membuktikan janjinya. Mesin dan baterai tetap berfungsi optimal meski kondisi memburuk. Genangan ringan dilewati tanpa ragu, dan hujan lebat justru menjadi bagian dari cerita pembuktian.

Perjalanan hari itu menegaskan satu hal: kepercayaan diri para pengendara hadir bukan karena angka di atas kertas, tetapi karena bukti nyata yang mereka rasakan di sepanjang medan menantang Bali.

Bagikan

Facebook
WhatsApp
X
Telegram